Header AD

[ALIS] Mengenal Alur Cerita Milik "Dan Harmon"


Beberapa minggu lalu, Tebe lagi asyik baca buku "Show Your Work"-nya Austin Kleon. Dan pada halaman 97, dengan latar hitam dan di tengahnya ada gambar bulat dengan 8 titik. Halaman itu dikasih judul "Alur Cerita Milik Dan Harmon". Awalnya Tebe bingung, itu nama dua orang "Milik dan Harmon" atau Harmon aja, atau Dan Harmon. Akhirnya Tebe beresin baca sampai beres, terus di halaman akhir ada info tentang bagian yang Tebe cari itu. He's Dan Harmon. Seorang penulis, produser, sekaligus pengisi acara televisi. Tapi di sini, Tebe bukan mau membahas beliau. Melainkan tentang struktur alur cerita yang menarik. Struktur cerita itu dikutip dari Majalah Weird edisi Oktober 2011. So, inilah ALIS edisi bulan ini.

*drum rolls*

Banyak penulis yang bingung, gimana dia bisa bikin ceritanya jadi mengalir lancar. Gimana biar alur cerita yang dia bikin nggak rancu, nggak loncat-loncat, dan yang terpenting... alur ceritanya jelas. Tebe mengutip gambar ini dari buku Austin Kleon yang berjudul Show Your Work halaman 97.

Gini penampakannya

Di sini, Dan Harmon menyebutkan ada 8 poin yang bisa membantu kita untuk membuat alur cerita.

1. Tokoh di zona nyaman
Ini adalah permulaan cerita. Di mana biasanya, tokoh yang kita buat lagi ada di zona nyaman. Misalnya pada cerita teenlit, si tokoh utama adalah orang berada, punya sahabat baik, dan populer di sekolah.

2. Tapi mereka mengingingkan sesuatu
Di poin kedua, dia mulai menginginkan sesuatu. Misalnya aja pacar. Dia pengin punya pacar yang populer semacam anak basket--khas novel teenlit, atau pengin punya pacar anak kuliahan yang udah terlihat lebih dewasa.

3. Mereka menghadapi sesuatu tak biasa
Sesuatu yang tak biasa di sini maksudnya percikan konflik. Di poin ini, kamu mulai menimbulkan latar belakang konflik. Misalnya ternyata anak kuliahan itu lagi deket sama temen kuliahnya sendiri yang lebih dewasa, sementara sifat si tokoh utama adalah childish. Intinya di poin ini, tokoh utama bakal mengalami sesuatu yang sebelumnya belum pernah dialami.

4. Beradaptasi
Karena dia udah dapet sedikit percikan konflik di poin 3, atau katakanlah sesuatu yang tak biasa itu, maka di poin ini si tokoh utama belajar untuk beradaptasi. Belajar menyesuaikan diri demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Istilah lembutnya, berubah pelan-pelan.

5. Mendapat yang diinginkan
Karena di poin sebelumnya dia bisa beradaptasi, finally dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Si cowok kuliahan mau pacaran sama dia. Bahagia. Tapi, di poin ini, bahagia yang dimaksud adalah bahagia semu. Artinya ini belum bahagia ending karena si tokoh utama beradaptasi masih karena alasan. Bukan atas dasar kemauan dirinya sendiri. Dan di poin ini juga, kamu bisa langsung memunculkan konflik utama. Ya, mulai ada tanjakan konflik gitu deh.

6. Kehilangan sangat besar karenanya
Di poin ini mulailah konflik utama yang sesungguhnya. Misal ketika si cewek kuliahan itu datang mengganggu, terus karena pada dasarnya sifat childish si cewek belum hilang sepenuhnya, dia mulai sering curigaan ke cowoknya, sering marah-marah nggak jelas, dan lain sebagainya, akhirnya si cowok lelah dan ninggalin si tokoh utama. Bisa aja dia balik ke cewek kuliahan itu, atau nggak. Intinya, di poin ini, konflik utama lagi ada di puncak-puncaknya. Di poin ini juga kamu boleh membuat tokoh utama merasa jatuh sejatuh-jatuhnya karena di poin sebelumnya dia udah merasa sangat bahagia.

7. Kembali ke situasi lazim
Setelah kepergian si cowok, si cewek mulai beradaptasi lagi. Biasanya waktu yang dibutuhkan ini cukup lama, sih. Karena di poin ini lagi mengalami penurunan atau penyelesaian konflik. Di mana si tokoh utama mulai sadar tentang kesalahannya di masa lalu--atau dalam kasus ini di poin nomor 6. Dia mulai belajar mengikhlaskan, mulai belajar dewasa. Di poin ini biasanya sih mulai tenang lagi.

8. Berubah
Setelah mengalami konflik yang cukup berat--di kasus ini kehilangan seseorang, setelah mengalami situasi normal lagi, akhirnya si tokoh mengalami perubahan. Tentunya perubahan yang lebih baik ya. Misal dia jadi bener-bener dewasa. Dia jadi belajar banyak dari pengalaman masa lalu. Masalah si cowok itu balik lagi (happy ending) atau nggak tapi ada cowok lain (happy ending juga hehe), itu masalah belakangan. Yang terpenting di postingan ini adalah gimana kita mengubah tokoh utama menjadi baik di akhir. Dia bisa belajar dari pengalaman dan kegagalan di masa lalu.

Bahkan ada yang bilang, Tebe lupa siapa ya, intinya kita mau buat cerita tentang tokoh utama itu harus jelas masa lalunya, masa sekarangnya, dan masa depannya. Masa lalunya memberikan dia pelajaran untuk belajar sebaik-baiknya di masa sekarang. Lalu, dia harus punya impian yang dikejar untuk masa depannya. Biar jelas sama ceritanya. Intinya begitulah.

Nah, gyerz, gimana udah puas sama informasi dari Tebe? Jangan dong! Tebe juga bikin penjelasannya berdasarkan penafsiran Tebe sendiri. Jadi kalau masih ada yang bingung atau mau didiskusikan, tanya aja di kolom komentar ya... Tebe baik hati dan tidak sombong kok, jadi nggak akan Tebe marahin :)))


With love,

Tebe baik hati.
[ALIS] Mengenal Alur Cerita Milik "Dan Harmon" [ALIS] Mengenal Alur Cerita Milik "Dan Harmon" Reviewed by dwi sartikasari on 11:18 Rating: 5

20 comments

  1. Keren nih, BE. Bisa jadi referensi untuk membuat cerita atau semacamnya. :D

    ReplyDelete
  2. Saya jadi tertarik sama bukunya, nih.
    Ini buku tahun berapa, Be? Terbitan mana? Anti mainstream ya.
    Buat cerita yang mirip dengan tema yang diusung kayaknya bagus nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini terbitan November 2014, terbitan Noura Publishing tapi kalo mau beli bisa di mizan store. Baca juga deh buku pertamanya Steal Like an Artist. Dua-duanya keren banget bukunya. Bikin manggut-manggut setuju.

      Delete
  3. Iya tuh. Alur cerita kayak gitu emang sering dipakai. Mayoritas novel yang udah gue baca alurnya kayak gitu. Entah itu yang temanya percintaan, maupun persahabatan. Banyak. Alur cerita seperti itu apa wajib dipakai? Apa ada alur cerita yang lain? Jawab ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk alur maju, memang rata-rata kayak gitu kok. Dan itu sebenernya cuma pondasi aja. Toh selebihnya, ceritanya balik lagi ke kita.

      Kalau untuk alur mundur pun nggak begitu jauh. Intinya harus ada pengenalan tokoh, dapat konflik, datar, menuju konflik utama, sampai di puncak, penyelesaian, ending.

      Yang agak susah itu sebenernya alur maju-mundur, di mana kalo kita mau bikin adegan alur mundur, kita juga harus ingat adegan terakhir saat alur maju. Duh semoga ngerti ya.

      Delete
  4. Hm, 8 poin itu ternyata bisa membuat karya yang besar ya. Maksudnya kebanyakan cerpen/novel juga kayak gitu ceritanya, dan banyak juga yang berhasil jadi sukses gitu.

    Aku suka cara tebe bikin ulasan nih, ada perumpamaan yang bikin pembaca ikut ngebayangin gimana ceritanya. Jadi mudah paham gitu sama ulasannya.

    ReplyDelete
  5. mantap jg dikasih kisi2 untuk bikin sebuah alur cerita. mmg kbnyakan novel seperti itu deh kayaknya. selalu saja ikut poin yang 8 tadi. Tapi klo kbnyakan yg seperti itu pakah gak bikin bosan. kita kan pngen sesuatu yg beda. tp trimakasih sudah tebe sudah di share, jd terinspirasi jg nihh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang bikin beda bukan dari aturannya. tapi dari kemasan cerita yang dibikin penulis. kalo menurutku sih itu bukan aturan baku. tapi sebagai panduan biar penulis gak bingung gimana harus bikin ceritanya.

      Delete
  6. gue baca judul pertama kali gue pikir itu dua orang, ternyata cuma satu ajah :D

    jadi begini kalo mau buat tulisan mengalir dan tidak loncat, loncat. pengenalan tokoh, adanya konflik, penyelesaian terus klimaksnya. jadi tau bagaimana trik menulis yang benar. sangat terbantu sekali dengan info tersebut. semoga bisa menulis seperti alur ceritanya dan harmon.

    ReplyDelete
  7. Lumayan berguna juga ini, Be....
    kalo mau buat2 cerpen atau novel....

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah dapet ilmu baru, bakal bantuin kita2 yg pingin nulis cerpen biar lebih greget

    ReplyDelete
  9. hmm, 8 pointnya oke juga. walaupun nggak paham-paham amat. tapi setelah ditelaah, sadis juga ya point ke 5.. senjata makan tuan gitu kah?

    ReplyDelete
  10. dapet ilmu baru nih. dan kalo dipikir'' ulang, kayaknya kebanyakan novel'' yg pernah d baca kayak gini juga sih. ini yg bikin buku keren nih, ngasih tipsnya gitu. tebenya juga keren kok. hahaha

    tapi ada juga sih, novel lain yg break rules ini. ceritanya kayak bener'' ga ketebak endingnya. jdi gregetan sendiri pgen cepet'' d selesaian.

    boleh lah, bkin novel nih. pake tips dri ini, hahha.
    amin?

    ReplyDelete
  11. kayaknya keren banget nih bukunya. jadi pengen beli juga.

    Masih juga nih, dapet ilmu baru jadinya, makasih be.. :)

    ReplyDelete
  12. Tipsnya mirip-mirip kayak punya Raditya Dika ya. Kayaknya itu teknik dasar dalam bikin cerita ya.

    Btw aku udah nyari bukunya dari bulan kemarin eh belum nemu. Aku nyari yang Steal Like an Artist. Nggak taunya bukunya Austin Kleon yang lain juga udah diterbitin ke bahasa Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ponco, dasarnya(pada intinya)memang gitu.

      Buku itu udah susah ditemui sih, coba cari di bukabuku.com. Lama juga nunggunya soalnya udah masuk gudang supplier. Tapi at least bisa dapet sih

      Delete
  13. 8 Tips yang bermanfaat banget sih inimah menurutku.
    Rasanya, setelah membaca ini mulai terbayang-bayang lagi aja gitu proyek novel lamaku. Harusnya seperti ini, dan ke depannya seperti itu. Sangat membantu. Jadi keinget sama buku kitab writerpreneurnya sofie betrix deh hehe.

    ReplyDelete
  14. gila gue suka banget ini BE.. selalu membuat motaivasi bagi para blogger" baru atau yang lama.. ?? kalo mau jadi membernya gimana ya. bisakah

    ReplyDelete