Header AD

[CerBer] Awas Ada Ardi Part V


Kami saling pandang dalam keheningan, matanya menerka-nerka mencari jawab, kemana arah dari pertanyaan gue barusan. Gue cuma bisa terdiam, entah harus berkata apa, Kulihat dia menarik napas pelan, mengambil green teanya dan tersenyum. Dunia gue berubah sejak itu.

+++

Enam bulan sejak gue bertemu dengan Narnia, gadis cantik nan lembut ini telah menjadi matahari dalam hidup gue. Seluruh kegiatan gue telah mengorbit kepadanya, jangan tanya bagaimana hubungan gue dengan Zizah, entah kemana dia sekarang tak ada kabar. Gue malas bertanya dan sesekali dia mengirimkan Line walau hanya undangan untuk mengikuti Let Get Richnya yang seringnya gue abaikan saja.

Narnia adalah gadis biasa yang sekarang menjadi segalanya buat gue. Ia teman berdebat di kala tugas-tugas paperku mulai menumpuk, dan naskah-naskah buku yang ia baca. Seperti sekarang dia sedang menengguk secangkir teh hangat dalam tumpukan naskah buku. Dia bekerja di salah satu penerbit, tugas utamanya adalah membaca naskah baru yang masuk dan memberikan masukan untuk redaksi dan editor untuk kelanjutan naskah tersebut, pertama kali gue denger ada orang yang dibayar untuk hanya membaca, gue terkesima.

Bagi gue, semua tentang Narnia adalah hal baru buat gue, Namanya Narnia sendiri diambil ayahnya dari buku tahun 1950-an yang pengarangnya dari inggris, CS. Lewis. Ayahnya begitu menyukai buku ini, mungkin untuk anak-anak zaman sekarang mungkin hanya taunya The Chronicle of Narnia dari film saja, film fantasi yang menayangkan imajinasi dan keajaiban dari suatu negeri bernama Narnia. Ahh ayahnya Narnia memang pantas memakai Negeri Narnia untuk putri kesayangannya, karena Narnia mengandung keajaiban tersendiri buat gue.

Gue pandangi dia dari mejaku, dia sedang membaca naskah-naskah yang dia baru terima kemarin sore dan gue terjebak dengan tulisan paper gue yang tak kunjung selesai. Gue lihat dia memainkan pulpennya sambil mengernyitkan dahinya, setiap kali dia membolak balikan halaman naskah yang dia baca.

"are you okay honey?" tanyaku pelan
"yeah, just  horrible story" katanya sambil tersenyum 
“Are you finished?” katanya lagi
“hmmm already completed. Wanna some coffee? Lets go”. Gue menarik dia kedalam pelukan gue
”Yeaah”  dia berteriak sambil memberikan pelukan
kita berjalan bergandengan tangan menuju kedai kopi terdekat dari apartemennya Narnia, dia memainkan rambutnya dengan tangan kirinya.
“Besok aku ke tempat James ya?” Kata gue
“ehh ke tempat James lagi?” dia berbalik tanya
“dia ngajak mancing lagi di hutan belakang rumahnya” Kataku memandangnya
“hmmm its okay, sms aku besok kalau kau lagi ama James” lirihnya
“iya honey”, Aku mengenggam jemarinya dengan lembut.

+++

“gue sering merasa bersalah James!” kata gue pelan
“Ya mau gimana lagi, lo mau berubah jadi serigala di depan dia? dan buat dia lari ketakutan”  tanyanya
“ahhh kenapa malam bulan purnama selalu datang tiap bulan” kata gue.
“Siapa suruh lo pacaran ama manusia?” katanya menimpalin
“Entahlah, apa Zizah juga harus berbohong kaya gini ke Adriano?” tanya gue
“Maybe, Hanya sedikit orang yang mau nerima kita apa adanya Di” katanya
“Ahh lo ga bantu banget sih James”, kataku pelan/ Dia hanya terkikik sambil memandangi gue yang galau. 

Bulan purnama telah membulat diatas kami, cahayanya menyinari kami yang sedang duduk di tepi perkebunan milik keluarga James, kulihat James telah berubah menjadi warna putih keperakan, dan berubah menjadi serigala putih yang tampak anggun dan gue pun telah berubah menjadi serigala hitam. dan kami melolong  bersama ditengah malam yang gelap.

+++

"Mancingnya dapat berapa kilo kemarin?" Tanya Narnia
 "hmmmm hanya beberapa ikan kecil yang kami bakar untuk makan malam,” kataku sambil menatap layar laptopku
“hmmm kalau bulan depan mancing lagi, bawain buat aku, aku ingin ikan segar buat sarapan, nanti  aku buatin fish and chips deh buat sarapan kamu”. Katanya sambal menepuk nepuk bahuku
“waaah, aku mau tapi kan itu ga perlu mancing ”, kataku
“tapi akum au dibawain ama kamu, honey”  dia tersenyum sambil memelukku. 
Entahlah gue bingung harus ngeles apa lagi.

Setelah memelukku, dia kembali ke naskah-naskahnya, membaca kembali dan gue harus kembali mengerjakan paper-paper yang harus dikumpulkan di akhir semester ini. Kulirik hape, ada beberapa pesan line masuk...

Awa memberikan pesan kepadaku,

"Heh  Ardi Jelek, lo kaga pulang?"
"Si Zizah lagi di Indonesia tuh, kayaknya sama pacarnya”
Dan Papa Johan :
“Ardi, bulan depan kau harus pulang ada yang papa harus bicarakan. Penting!”

gue terdiam memandang layar hape, harus jawab apa gue ke Awa dan papa Johan, gue pandangi Narnia yang sedang membaca naskah-naskah. Apakah gue harus pulang dan bertemu Zizah dan sekalian bertemu dengan Papa Johan?

“What's wrong, honey?” tanya Narnia yang melihat aku terbengong memandangnya gue terdiam dan entah harus menjawab apa.

@ndibudi
[CerBer] Awas Ada Ardi Part V [CerBer] Awas Ada Ardi Part V Reviewed by Blogger Energy on 08:45 Rating: 5

6 comments

  1. Agak nyambung cerita kali ini sama cerita sebelumnya :D, intinya antara manusia dan serigala. Tapi dikemas dengan gaya bercerita yang berbeda, setelah sebelumnya gue ngebaca cerita yang mellow abis. kalo cerita yang ini sih ngalir lancar.

    :2thumbup

    ReplyDelete
  2. Ngalirnya seru. Kaya air. Banget Kaya air. :D

    Siapa yang nyambung berikutnya, ya. :)

    ReplyDelete
  3. Belum baca cerita sebelumnya. Ceritanya sebenarnya menarik. Hanya saja, maaf, saya merasa ada beberapa pemakaian kata yang janggal. Misal penggunaan kata aku dan gue untuk menyebut si penulis. Mungkin bisa lebih baik ke depan konsisten memakai kata gue atau aku.

    Pemakaian kalimat dalam dialog juga ada beberapa yang masih harus banyak perbaikan baik dari kata, tanda baca, dan juga spasi setiap dialognya.

    Terakhir, bisa jadi masukan juga mungkin untuk admin blognya, tugas kalian bukan hanya mempublish, saring dan berilah masukan yang membangun termasuk masalah EYD dan alur cerita agar cerpen ini dapat dinikmati secara utuh, dan dikomentari secara baik, bukan sekedar basa basi BW saja kurang dari 140 karakter. Maaf kalau ada yang merasa tersakiti dan tersindir dengan komentar ini. Hanya memberi masukan dan pendapat agar kita bisa saling memberi kritik dan saran yang membangun agar tulisan dan blog kita jadi lebih bagus ke depannya. Salam damai^____^V

    ReplyDelete
  4. Kalau aku sih menikmati ceritanya.

    Tapi, EYD kayaknya harus diperbaiki, ada beberapa kata dalam dialog yang tidak diakhiri tanda baca, dan ada tanda baca setelah tanda kutip ("), seharusnya tanda bacanya sebelum tanda kutip. Terus, kalau bahasa asing, kayaknya lebih enak kalau dikasih italic atau underline deh, biar beda sama bahasa Indonesia.

    Itu aja sih masukan dari anak yang baru belajar menulis :)

    ReplyDelete
  5. Ceritanya ngalir, saya suka.
    Tapi, konsistensi penggunaan bahasanya (entah apa namanya), misalkan ada yang pakai aku, ada yg gue.Terus kalo penggunaan 'kau' dan gue itu kok rasanya sedikit aneh.
    Anyway, keep writing! :D

    ReplyDelete
  6. Jujur aja, ceritanya bagus. :)
    Btw, cerber-nya udah sampe part 5 aja. Gak kerasa yaa. Pengin ngelanjutin masih banyak tugas sekolah. :)

    ReplyDelete